myself

12 Posts Back Home

Jangka Tidak Pernah Tepat Waktu

Terasa atau tidak terasa, sekarang sudah tanggal 10 Januari 2019 (kamu mungkin membaca ini pada 11 Januari). Seakan waktu berlalu sangat cepat. Padahal jika dilihat kembali, sebenarnya aku banyak membuang waktu. Banyak hal yang sebenarnya ingin ku lakukan sejak tahun 2016, namun sampai sekarang belum terlaksana. Bukan karena kendala yang bisa dijadikan alasan. Penyebab utamanya hanyalah kemalasan. Berikut ini biar kubeberkan sedikitnya 3 aspek yang seharusnya sudah selesai. Kuliah Pada dasarnya aku memang tidak suka kuliah. Namun kuliahku yang tak kunjung lulus bukan karena aku membencinya, tapi karena aku malas bangun. Malas bangun buat masuk kelas, malas bangun buat ikut UAS. Akibat paling nyata adalah KKNku yang tertunda satu tahun dibanding teman-teman angkatanku. Aku juga masih ngulang mata kuliah sampai semester 10. Dan sampai detik ini, skripsiku belum juga kunjung usai. Segitu dulu bahas kuliahku, selanjutnya adalah tentang blog ini. Blog Blog ini aku bangkitkan dari kubur pada tahun 2017…

Tragedi Smartphone Rusak

Sekitar tanggal 20 februari 2018 hapeku tiba-tiba aneh. Dimulai ketika kabel chargerku tidak berfungsi dengan baik. Lalu aku mencari-cari kabel pengganti di seantero Mansion (kontrakan) yang sebagian besar error. Ternyata peristiwa kabel-kabelan tadi membawa dampak buruk pada smartphoneku. Awal Mula Tragedi Mula-mula beberapa aplikasi berat suka menutup paksa sendiri (force close) tapi aplikasi ringan masih gampang dibuka. Berlanjut terus sampai pada hari kamis tanggal 22 februari 2018 hapeku mulai tidak bisa hampir semua aplikasi tambahan. Aplikasi seperti SMS, galery, dan aplikasi bawaan lainnya masih bisa dibuka. Tapi aplikasi semacam Facebook Lite, Medium, LINE, WhatsApp, Twitter, dan aplikasi tambahan lain suka force close sendiri. Besoknya hari jumat tanggal 23 hapeku semakin parah. Aku memutuskan untuk melakukan optimasi dengan menghapus beberapa aplikasi berat seperti Twitter. Aku juga mengosongkan beberapa space di memory agar sedikit lega. Aku juga menginstall kembali Master Clean. Hasilnya nihil. Hapeku cuma bisa nyala dan terima notif tapi tidak…

Terimakasih 2017 (Bagian 2)

Halo. Apa kabar? Akhirnya setelah tertunda 19 hari, aku bisa ngupdate blog ini lagi. Mohon maaf habis ngepost kemarin langsung dihajar kesibukan KKN. Buat yang baru gabung, ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan kemarin Terimakasih 2017 (Bagian 1). Mendingan baca itu dulu baru baca tulisan ini. Gak usah basa-basi lagi, mari kita lanjut mereview tahun kemarin! Mei 2017 Tahun kemarin aku memutuskan untuk membeli Green Screen yang sampai saat ini belum kugunakan sama sekali untuk bikin sesuatu yang kreatif. Aku membeli pipa paralon dengan @rihadhanandar kemudian dia juga yang punya akal buat masang pake leher botol air mineral di tembok. Bingung buat apa, aku pakai saja sebagai tempat foto. Dan inilah hasil karya fotografer BlackBerry @pudijaya. Pertengahan bulan Mei 2017 aku dikabari teman mondok dulu kalau teman kami yang dari Malaysia lagi ada acara di Magelang. Akhirnya aku meluncur pulang ke Magelang. Namanya Urwah Assayuti, orang Malaysia keturunan India. Terakhir…

Terimakasih 2017 (Bagian 1)

Wkwkwk. Setelah lumayan lama tidak disipin ngeblog, mencoba nulis lagi. Banyak banget utang post di blog ini dan vlog di YouTube. Semua itu karena kemalasan dan ketidakdisiplinan pada tahun 2017 kemarin. Tapi dari semua kemalasan itu ada banyak hal yang telah dicapai dan dilewati. Perlu banyak-banyak bersyukur. Mari kita review pengalamanku selama setahun terakhir! Januari 2017 Malam tahun baru di rumah saja karena Mamah gak ngebolehin keluar. Padahal waktu itu diajak tante dan mbah buat nonton kembang api di Kopeng. Akhirnya yang ikut cuman adikku dan aku menghabiskan malam tahun baru di rumah. Maklum, belum ada sebulan Papah meninggal dan Mamah masih ada perasaan insecure. Untungnya kalau siang hari Mamah gak insecure. Tanggal 1 Januari 2017 aku dan saudara-saudaraku main water tubing di Candimulyo. Lumayan seger. Habis itu tanggal 4 Januari 2017 aku service motor. Biasa service motor tiap liburan semester. Sebelumnya karena Papah meninggal, aku jadi sering menghadiri acara…

Begini Rasanya Perjalanan 24 Jam di Kapal Legundi

Di tulisan backpacker-an murah ke Lombok kemarin, banyak yang menanggapi tentang lamanya di kapal. Aku menulis sekitar 20-23 jam di dalam kapal. Tapi pada prakteknya ternyata mencapai kurang lebih 24 jam. Gimana rasanya 24 perjalanan di Kapal Legundi? Kuat gak ya seharian terombang-ambing di lautan? Begitulah kira-kira pertanyaan yang terlintas di kepala. Beginilah kira-kira jawabannya… Suasana Kapal Legundi Saat pertama kali memasuki kapal ini aku agak tergesa dan bingung karena petunjuk yang tertempel tidak sesuai. Misalnya ada ruang ekonomi dan ruang VIP. Beruntung sebelumnya kami berkenalan dengan 2 orang yang satu tujuan dengan kami, yaitu pendaki gunung Rinjani. Mereka adalah Azmi dan Evan. Azmi dan Evan sebelumnya juga sudah kenalan dengan Mas Yang Aku Lupa Namanya. Kata Mas Yang Aku Lupa Namanya itu berkata bahwa tidak ada kelas penumpang karena satu kapal itu kelas ekonomi semua. Penumpang bebas memasuki dan menduduki bagian mana saja yang disukai asal belum keduluan. Ruang…

Backpacker-an Murah ke Lombok ala Traveler Pinggiran

Backpacker-an ke Lombok bukanlah ideku sebenernya. Ialah ide dari si orang pinggiran @ilhamnyaarya yang ingin mendaki Gunung Rinjani. Rencana mendaki Gunung Rinjani sudah ada sejak tahun 2014 dengan rencana keberangkatan pertengahan tahun 2015 setelah lebaran. Tapi karena kendala biaya, akhirnya kami hanya sampai Semeru saja. Tahun 2016 masih juga duitnya Ilham si orang pinggiran belum cukup. Akhirnya duitku kuhabiskan untuk backpacker-an ke Bali. Barulah pada tahun 2017 ini kami bisa kesampaian mendaki Gunung Rinjani. Habis berapa? Pilihan Moda Transportasi ke Lombok Mari kita hitung mulai dari transportasi dulu. Ada banyak pilihan, mulai dari yang paling mahal pesawat, bis eksekutif langsung ke Mataram, ngeteng kereta dan bis, atau ada pilihan paling seru yaitu naik kapal dari Surabaya. Bingung nggak? Ilham mendapat info entah dari mana, katanya ada kapal dari Tanjung Perak di Surabaya langsung ke Pelabuhan Lembar di Lombok. Setelah dicek ternyata memang ada dan baru beroperasi awal tahun 2017 ini.…

Startup Jasa Titip

Aku selalu membayar UKT tepat waktu. Kadang jauh-jauh hari sebelum deadline, kadang mepet deadline. Untuk semester ini aku membayar tepat 1 hari sebelum deadline. Tapi di sisi lain, hampir tiap semester pasti ada aja yang nitip buat bayar UKT. Kebetulan untuk semester ganjil tahun 2017 ini yang nitip adalah temen sejurusanku yaitu Kang Mas Bintang Aksama Dinihari. Deadline pembayaran UKT kali ini jatuh pada hari kamis tanggal 28 Juli 2017. Sekitar jam 9 malam tiba-tiba Bintang nelpon. Dengan suara kurang jelas dan backsound kodok-kodok sawah, aku menerima misi suci ini. Uang UKT Bintang sebesar 5 juta 500 ribu rupiah masuk ke rekening Mandiriku. “Suwun, Jang. Aku dadi iso tangi awan,” kata Bintang. Kebetulan ketika itu Mas Agus (yang biasanya juga nitip bayar UKT) sedang main di kontrakanku. Setelah bosan menghadap layar laptop, Mas Agus mengajak untuk nongkrong duduk minum susu di Kedai Susunan. Pas, kupikir setelah nyusu akan kucoba bayarkan…

Aku Kembali

Setelah beberapa tahun tak punya blog pribadi, akhirnya aku memutuskan untuk mengidupkan blog pribadiku lagi. Bukan dengan jurus edo tensei melainkan dengan jurus yang dimiliki Nabi Isa. Hidup kembali tanpa kurang suatu apapun. Halah. Postingan-postingan dan halaman-halaman dari masjangka.com versi 2013 diimpor kembali. Semuanya kembali utuh seperti semula. Selain itu ada juga tulisan yang dipindahkan dari cintadamai.com ke blog ini. Secara teknis pengembalian blog cukup sampai paragraf kedua. Selanjutnya adalah menata masa depan blog ini. Apakah nantinya akan ditinggalkan lagi atau akan berjaya? Konsep blog ini sudah kumatangkan. Halah. Aku Kata ganti orang pertama yang kupakai adalah aku. Bukan saya bukan gue. Dengan melihat dari latar belakangku sebagai orang Jawa, orang Indonesia. Seperti Chairil Anwar yang menggunakan kata “aku” bukan kata “saya”. Kata ganti aku memang terlihat kurang formal bahkan menye-menye. Tetapi itulah aku. Bukan saya yang formal, kaku, dan tua. Bukan gue yang sok kota, gaul, dan muda. Aku…

Islam yang Tidak Memandang Golongan

Saya lahir di Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Di sana saya tidak pernah mendapat pertanyaan tentang Islam golongan apa saya. Masyarakat di sana paling pol tanya, “Agamamu apa?” Paling pol itu. Pada kenyataanya jarang sekali orang di sana menanyakan tentang agama. Saya ngaji di Sokaraja di tiga lokasi berbeda. Pertama di rumah guru ngaji, kedua di madrasah dekat pertigaan, ketiga di mushola. Eh empat ding. Keempat di madrasah agak jauh. Seingat saya, dulu saya tidak pernah diajari, “Kamu Islam itu. Kamu Islam ini.” Yang saya tahu cuma Islam itu ya belajar ngaji, sejarah nabi, tata cara beribadah, dll. Walaupun depan rumah saya orang-orang bilang LDII yang kalo masuk rumahnya trus habis itu dipel, saya tetap bermain dengan anaknya dan pernah sekali masuk ke rumahnya. Saya tidak tau habis itu dipel apa enggak sih. Sedangkan teman-teman saya yang lain saya tidak tau mereka Islam apa. Seperti saya ini. Kemudian kelas 2 SD saya…

Ketika Jangka Galau Mau Kuliah atau Fokus Bisnis

Tepat setahun yang lalu saya menggalaukan masalah ini. Saya sudah bertekad untuk tidak kuliah dan menceritakan alasan-alasan kepada orang-orang yang perhatian dengan saya. Tapi banyak yang menginginkan saya untuk lanjut kuliah. Lalu bagaimana akhirnya? Sebenarnya niat saya tidak kuliah adalah agar bisa fokus terhadap bisnis saya. Saya berpikir bahwa kuliah nantinya akan mengganggu bisnis saya. Tapi pikiran saya lama-lama berubah semenjak bertemu hal-hal berikut ini. 1. Sebuah artikel di StartupBisnis.com Saya belajar banyak di StartupBisnis.com terutama tulisan mengenai bisnis online dan enterpreneurship. Entah kenapa saya nyasar di artikel berjudul “Bagaimana Young Entrepreneur Me-Manage Karyawan”. Di artikel itu dikisahkan ada seorang anak kelas 3 SMA yang mempunyai karyawan. Dan karyawannya yang lebih tua sering melanggar peraturan. Lalu ada saran dari Tyohan dari Hackerspace Bandung yang kurang lebih begini: “Lulus kuliah adalah hal yang penting untuk entrepreneur. Karena sebagai entrepreneur, akan penting untuk membangun partnership dengan pihak lain yang bonafit, sering kali…

Riwayat Pendidikan Seorang Jangka

Kita di sini bahas pendidikan formal ya. Bukan pendidikan informal atau pendidikan kehidupan atau apapun itu selain pendidikan formal. Kita mulai aja. Sebenarnya gue masuk TK itu tanpa unsur kesengajaan. Gue hanya ikut-ikutan maen sama temen-temen gue. Berhubung gue pinter, jadinya malah langsung dimasukkin ke TKnya. Dan yang minta itu guru-guru TKnya. Katanya sih gitu. Gak tau kenyataannya. Gue masuk TK Masyitoh 1 Sokaraja Kulon waktu masih berumur 3 tahun. Gue udah bisa ngoceh sejak umur 2 tahun. Jadi wajarlah kalau umur 3 tahun udah masuk TK. Gue menjalani kehidupan di TK seperti anak-anak kebanyakan. Gue pernah ngompol di celana. Gue pernah nangis. Gue pernah bikin temen nangis. Gue pernah berlagak preman sama temen sendiri tapi takut sama anak-anak SD. Nggak tau kenapa ketika itu anak-anak SD keliatan besar dan menakutkan. Dan beruntung gue naik kelas. Gue bisa merasakan bangku TK nol besar saat masih berumur 4 tahun. Tapi keburuntungan…

Asal Nama Mas Trubus Jangka Tunggul Mahardika

Mungkin kalian pernah membaca kisah asal usul Salatiga, yaitu kisah tentang bagaimana nama Salatiga itu berawal. Nah, disini Jangka tidak akan menceritakan kisah Salatiga tersebut. Tapi Jangka akan bercerita tentang asal usul nama Jangka sendiri. Sebenarnya Jangka lupa kapan pertama kali Jangka tahu asal usul nama Jangka. Kalau tidak salah dulu di tahun 2000, waktu itu Jangka masih SD dan tinggal di Sokaraja. Jangka waktu itu punya adik baru yang namanya Alain dengan panggilan Alen. Nama Alen merupakan singkatan Adi lan Eni, nama orang tua Jangka. Karena Jangka masih anak kecil, waktu itu Jangka iri. Lalu orang tua pun ngarang. Jangka itu singkatan dari Jelas Anaknya Nur Aeni Gabungan Karo Adi. Maksa banget ya. Berhubung waktu itu Jangka masih bisa dibegoin, Jangka percaya tanpa syarat. Tapi, nama lengkap Jangka kan Mas Trubus Jangka Tunggul Mahardika. Sebenarnya yang lebih dulu penasaran artinya tuh bukan Jangka, melainkan orang lain. Entah Jangka tahu…

Navigate