blogger

4 Posts Back Home

Jangka Tidak Pernah Tepat Waktu

Terasa atau tidak terasa, sekarang sudah tanggal 10 Januari 2019 (kamu mungkin membaca ini pada 11 Januari). Seakan waktu berlalu sangat cepat. Padahal jika dilihat kembali, sebenarnya aku banyak membuang waktu. Banyak hal yang sebenarnya ingin ku lakukan sejak tahun 2016, namun sampai sekarang belum terlaksana. Bukan karena kendala yang bisa dijadikan alasan. Penyebab utamanya hanyalah kemalasan. Berikut ini biar kubeberkan sedikitnya 3 aspek yang seharusnya sudah selesai. Kuliah Pada dasarnya aku memang tidak suka kuliah. Namun kuliahku yang tak kunjung lulus bukan karena aku membencinya, tapi karena aku malas bangun. Malas bangun buat masuk kelas, malas bangun buat ikut UAS. Akibat paling nyata adalah KKNku yang tertunda satu tahun dibanding teman-teman angkatanku. Aku juga masih ngulang mata kuliah sampai semester 10. Dan sampai detik ini, skripsiku belum juga kunjung usai. Segitu dulu bahas kuliahku, selanjutnya adalah tentang blog ini. Blog Blog ini aku bangkitkan dari kubur pada tahun 2017…

Tragedi Smartphone Rusak

Sekitar tanggal 20 februari 2018 hapeku tiba-tiba aneh. Dimulai ketika kabel chargerku tidak berfungsi dengan baik. Lalu aku mencari-cari kabel pengganti di seantero Mansion (kontrakan) yang sebagian besar error. Ternyata peristiwa kabel-kabelan tadi membawa dampak buruk pada smartphoneku. Awal Mula Tragedi Mula-mula beberapa aplikasi berat suka menutup paksa sendiri (force close) tapi aplikasi ringan masih gampang dibuka. Berlanjut terus sampai pada hari kamis tanggal 22 februari 2018 hapeku mulai tidak bisa hampir semua aplikasi tambahan. Aplikasi seperti SMS, galery, dan aplikasi bawaan lainnya masih bisa dibuka. Tapi aplikasi semacam Facebook Lite, Medium, LINE, WhatsApp, Twitter, dan aplikasi tambahan lain suka force close sendiri. Besoknya hari jumat tanggal 23 hapeku semakin parah. Aku memutuskan untuk melakukan optimasi dengan menghapus beberapa aplikasi berat seperti Twitter. Aku juga mengosongkan beberapa space di memory agar sedikit lega. Aku juga menginstall kembali Master Clean. Hasilnya nihil. Hapeku cuma bisa nyala dan terima notif tapi tidak…

Terimakasih 2017 (Bagian 2)

Halo. Apa kabar? Akhirnya setelah tertunda 19 hari, aku bisa ngupdate blog ini lagi. Mohon maaf habis ngepost kemarin langsung dihajar kesibukan KKN. Buat yang baru gabung, ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan kemarin Terimakasih 2017 (Bagian 1). Mendingan baca itu dulu baru baca tulisan ini. Gak usah basa-basi lagi, mari kita lanjut mereview tahun kemarin! Mei 2017 Tahun kemarin aku memutuskan untuk membeli Green Screen yang sampai saat ini belum kugunakan sama sekali untuk bikin sesuatu yang kreatif. Aku membeli pipa paralon dengan @rihadhanandar kemudian dia juga yang punya akal buat masang pake leher botol air mineral di tembok. Bingung buat apa, aku pakai saja sebagai tempat foto. Dan inilah hasil karya fotografer BlackBerry @pudijaya. Pertengahan bulan Mei 2017 aku dikabari teman mondok dulu kalau teman kami yang dari Malaysia lagi ada acara di Magelang. Akhirnya aku meluncur pulang ke Magelang. Namanya Urwah Assayuti, orang Malaysia keturunan India. Terakhir…

Aku Kembali

Setelah beberapa tahun tak punya blog pribadi, akhirnya aku memutuskan untuk mengidupkan blog pribadiku lagi. Bukan dengan jurus edo tensei melainkan dengan jurus yang dimiliki Nabi Isa. Hidup kembali tanpa kurang suatu apapun. Halah. Postingan-postingan dan halaman-halaman dari masjangka.com versi 2013 diimpor kembali. Semuanya kembali utuh seperti semula. Selain itu ada juga tulisan yang dipindahkan dari cintadamai.com ke blog ini. Secara teknis pengembalian blog cukup sampai paragraf kedua. Selanjutnya adalah menata masa depan blog ini. Apakah nantinya akan ditinggalkan lagi atau akan berjaya? Konsep blog ini sudah kumatangkan. Halah. Aku Kata ganti orang pertama yang kupakai adalah aku. Bukan saya bukan gue. Dengan melihat dari latar belakangku sebagai orang Jawa, orang Indonesia. Seperti Chairil Anwar yang menggunakan kata “aku” bukan kata “saya”. Kata ganti aku memang terlihat kurang formal bahkan menye-menye. Tetapi itulah aku. Bukan saya yang formal, kaku, dan tua. Bukan gue yang sok kota, gaul, dan muda. Aku…

Navigate