Scholar

Tidak Ada Nilai Moralnya

Setiap tahun, mahasiswa Sastra Indonesia (Sasindo) Undip mengadakan yang biasa disebut makrab atau malam keakraban. Namanya kadang berganti bukan makrab, seperti tahun ini misalnya namanya jadi kemah bakti. Padahal ya acaranya hampir sama setiap tahun. Lokasi makrab selalu di Barak Militer Bantir, Sumowono, Semarang, Jawa Tengah. Entah sejak kapan, yang jelas sudah 5 tahun lebih di sana. Jadi, secara turun-temurun kami menyebut acara ini Makrab Sasindo di Bantir. Yang menjadi panitia makrab adalah mahasiswa semester 3 dan yang menjadi peserta makrab adalah mahasiswa semester 1. Kalau dulu acara ini termasuk LKMMPD (LKMM Pra Dasar) tapi sepertinya sejak beberapa tahun yang lalu dipisah karena aturan kampus. Inti kegiatan ini adalah mengenalkan mahasiswa semester 1 atau sering disebut maba (mahasiswa baru) kepada teman-teman angkatannya sendiri, kakak tingkat, dan lingkungan jurusan atau program studi. Intinya agar saling mengenal lah. Pada tahun ini, aku termasuk angkatan 2013 (yang belum juga lulus). Aku dengan peserta…

5 Tahun Belum Lulus: Cara Menjadi Mahasiswa Gagal

Saat banyak mahasiswa sudah lulus, bekerja, atau bercinta secara halal, masih ada mahasiswa yang kuliahnya entah sampai mana. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, penulis kemudian berpikir tentang 5 tahun ke belakang. Apa saja dosa yang pernah penulis lakukan selama ini? Berdasarkan pengalaman penulis dan pengalaman teman-teman penulis, inilah cara menjadi mahasiswa gagal. Apa saja faktor-faktor yang mendukung kegagalan seorang mahasiswa? Mari kita mulai dari awal kuliah. Penulis mencoba menjabarkan secara kronologis dan semoga tidak anakronis. Ya, ini tulisan serius. Gagal memilih jurusan. Ini adalah kegagalan ketika SMA, bahkan salah jurusan bisa jadi bermula dari SMP. Kok bisa? Dari SMP sudah harus menentukan mau sekolah di SMA, SMK, atau sekolah aneh lainnya. Keputusan yang diambil tidak bisa diubah setelah tidak betah. Mau tidak mau harus lanjut atau ngulang lagi dari level satu. Selanjutnya ketika SMA diberi pilihan jurusan. Ada jurusan IPA, IPS, Bahasa, Agama, Olahraga, Multimedia, Rekayasa Perangkat Lunak, dan jurusan aneh…

Startup Jasa Titip

Aku selalu membayar UKT tepat waktu. Kadang jauh-jauh hari sebelum deadline, kadang mepet deadline. Untuk semester ini aku membayar tepat 1 hari sebelum deadline. Tapi di sisi lain, hampir tiap semester pasti ada aja yang nitip buat bayar UKT. Kebetulan untuk semester ganjil tahun 2017 ini yang nitip adalah temen sejurusanku yaitu Kang Mas Bintang Aksama Dinihari. Deadline pembayaran UKT kali ini jatuh pada hari kamis tanggal 28 Juli 2017. Sekitar jam 9 malam tiba-tiba Bintang nelpon. Dengan suara kurang jelas dan backsound kodok-kodok sawah, aku menerima misi suci ini. Uang UKT Bintang sebesar 5 juta 500 ribu rupiah masuk ke rekening Mandiriku. “Suwun, Jang. Aku dadi iso tangi awan,” kata Bintang. Kebetulan ketika itu Mas Agus (yang biasanya juga nitip bayar UKT) sedang main di kontrakanku. Setelah bosan menghadap layar laptop, Mas Agus mengajak untuk nongkrong duduk minum susu di Kedai Susunan. Pas, kupikir setelah nyusu akan kucoba bayarkan…

Review Silky Pudding by Smooch Ice

Smooch Ice adalah sebuah brand produsen makanan dan minuman segar yang dilahirkan oleh kakak tingkatku di kampus. Satu produk andalannya yaitu silky pudding. Apa itu silky pudding? Silky pudding menurutku artinya adalah puding yang licin. Arti secara harfiahnya adalah puding halus. Tentu kalian sudah pada tau apa itu puding. Puding adalah dessert atau makanan penutup atau makanan pencuci mulut yang terbuat dari bahan-bahan tertentu utamanya tepung atau agar-agar. Dari bentuknya, Silky Pudding memiliki 2 versi yaitu versi botol dan versi cup. Versi botol memiliki keunggulan mudah dibawa ke mana-mana dan bisa langsung dinikmati dengan cara disedot. Sedangkan versi cup bisa dikreasikan lagi dengan menaruhnya di piring atau mangkok. Rasanya bagaimana? Mantab sekali. Silky Pudding buatan Smooch Ice memiliki 11 varian rasa. Begitu masuk mulut terasa halus dan manisnya pas di lidah. Puding yang lembut terasa lancar dan licin ketika ditelan. Rasanya nikmat sekali. Cocok untuk Indonesia yang beriklim tropis terutama…

Ketika Jangka Galau Mau Kuliah atau Fokus Bisnis

Tepat setahun yang lalu saya menggalaukan masalah ini. Saya sudah bertekad untuk tidak kuliah dan menceritakan alasan-alasan kepada orang-orang yang perhatian dengan saya. Tapi banyak yang menginginkan saya untuk lanjut kuliah. Lalu bagaimana akhirnya? Sebenarnya niat saya tidak kuliah adalah agar bisa fokus terhadap bisnis saya. Saya berpikir bahwa kuliah nantinya akan mengganggu bisnis saya. Tapi pikiran saya lama-lama berubah semenjak bertemu hal-hal berikut ini. 1. Sebuah artikel di StartupBisnis.com Saya belajar banyak di StartupBisnis.com terutama tulisan mengenai bisnis online dan enterpreneurship. Entah kenapa saya nyasar di artikel berjudul “Bagaimana Young Entrepreneur Me-Manage Karyawan”. Di artikel itu dikisahkan ada seorang anak kelas 3 SMA yang mempunyai karyawan. Dan karyawannya yang lebih tua sering melanggar peraturan. Lalu ada saran dari Tyohan dari Hackerspace Bandung yang kurang lebih begini: “Lulus kuliah adalah hal yang penting untuk entrepreneur. Karena sebagai entrepreneur, akan penting untuk membangun partnership dengan pihak lain yang bonafit, sering kali…

Navigate