Myself

Obat Alami Sakit Gigi Dari Bahan Dapur

Sakit gigi merupakan penyakit yang dapat di alami oleh siapa saja, baik itu anak – anak atau orang dewasa. Terlebih dapat dialami oleh orang yang malas merawat kesehatan gigi sehingga dapat menyebabkan gigi berlubang, menumpuknya plak atau karang gigi sehingga memicu timbulnya sakit gigi. Ketika sakit gigi, tidak hanya sakit gigi yang di rasakan, namun juga dapat menimbulkan sakit kepala dan gusi nyut – nyutan. Hal itu tentunya tidak mengenakan dan dapat membuat mood penderita menjadi buruk, karena untuk melakukan aktivitas sehari – sehari pun jadi susah seperti makan, minum dan tidur yang dapat terganggu akibat dari sakit yang di alami. Bahkan ada juga yang sampai menangis karena tidak kuat menahan rasa sakitnya. Untuk itu sangat penting untuk kista mengetahui obat sakit gigi alami, sehingga dapat di lakukan di rumah tanpa harus pergi ke luar. Dan berikut informasinya Air Garam Tahukah anda bahwa air garam dapat di jadikan pengobatan alternative…

Jangka Tidak Pernah Tepat Waktu

Terasa atau tidak terasa, sekarang sudah tanggal 10 Januari 2019 (kamu mungkin membaca ini pada 11 Januari). Seakan waktu berlalu sangat cepat. Padahal jika dilihat kembali, sebenarnya aku banyak membuang waktu. Banyak hal yang sebenarnya ingin ku lakukan sejak tahun 2016, namun sampai sekarang belum terlaksana. Bukan karena kendala yang bisa dijadikan alasan. Penyebab utamanya hanyalah kemalasan. Berikut ini biar kubeberkan sedikitnya 3 aspek yang seharusnya sudah selesai. Kuliah Pada dasarnya aku memang tidak suka kuliah. Namun kuliahku yang tak kunjung lulus bukan karena aku membencinya, tapi karena aku malas bangun. Malas bangun buat masuk kelas, malas bangun buat ikut UAS. Akibat paling nyata adalah KKNku yang tertunda satu tahun dibanding teman-teman angkatanku. Aku juga masih ngulang mata kuliah sampai semester 10. Dan sampai detik ini, skripsiku belum juga kunjung usai. Segitu dulu bahas kuliahku, selanjutnya adalah tentang blog ini. Blog Blog ini aku bangkitkan dari kubur pada tahun 2017…

Tragedi Smartphone Rusak

Sekitar tanggal 20 februari 2018 hapeku tiba-tiba aneh. Dimulai ketika kabel chargerku tidak berfungsi dengan baik. Lalu aku mencari-cari kabel pengganti di seantero Mansion (kontrakan) yang sebagian besar error. Ternyata peristiwa kabel-kabelan tadi membawa dampak buruk pada smartphoneku. Awal Mula Tragedi Mula-mula beberapa aplikasi berat suka menutup paksa sendiri (force close) tapi aplikasi ringan masih gampang dibuka. Berlanjut terus sampai pada hari kamis tanggal 22 februari 2018 hapeku mulai tidak bisa hampir semua aplikasi tambahan. Aplikasi seperti SMS, galery, dan aplikasi bawaan lainnya masih bisa dibuka. Tapi aplikasi semacam Facebook Lite, Medium, LINE, WhatsApp, Twitter, dan aplikasi tambahan lain suka force close sendiri. Besoknya hari jumat tanggal 23 hapeku semakin parah. Aku memutuskan untuk melakukan optimasi dengan menghapus beberapa aplikasi berat seperti Twitter. Aku juga mengosongkan beberapa space di memory agar sedikit lega. Aku juga menginstall kembali Master Clean. Hasilnya nihil. Hapeku cuma bisa nyala dan terima notif tapi tidak…

Terimakasih 2017 (Bagian 2)

Halo. Apa kabar? Akhirnya setelah tertunda 19 hari, aku bisa ngupdate blog ini lagi. Mohon maaf habis ngepost kemarin langsung dihajar kesibukan KKN. Buat yang baru gabung, ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan kemarin Terimakasih 2017 (Bagian 1). Mendingan baca itu dulu baru baca tulisan ini. Gak usah basa-basi lagi, mari kita lanjut mereview tahun kemarin! Mei 2017 Tahun kemarin aku memutuskan untuk membeli Green Screen yang sampai saat ini belum kugunakan sama sekali untuk bikin sesuatu yang kreatif. Aku membeli pipa paralon dengan @rihadhanandar kemudian dia juga yang punya akal buat masang pake leher botol air mineral di tembok. Bingung buat apa, aku pakai saja sebagai tempat foto. Dan inilah hasil karya fotografer BlackBerry @pudijaya. Pertengahan bulan Mei 2017 aku dikabari teman mondok dulu kalau teman kami yang dari Malaysia lagi ada acara di Magelang. Akhirnya aku meluncur pulang ke Magelang. Namanya Urwah Assayuti, orang Malaysia keturunan India. Terakhir…

Terimakasih 2017 (Bagian 1)

Wkwkwk. Setelah lumayan lama tidak disipin ngeblog, mencoba nulis lagi. Banyak banget utang post di blog ini dan vlog di YouTube. Semua itu karena kemalasan dan ketidakdisiplinan pada tahun 2017 kemarin. Tapi dari semua kemalasan itu ada banyak hal yang telah dicapai dan dilewati. Perlu banyak-banyak bersyukur. Mari kita review pengalamanku selama setahun terakhir! Januari 2017 Malam tahun baru di rumah saja karena Mamah gak ngebolehin keluar. Padahal waktu itu diajak tante dan mbah buat nonton kembang api di Kopeng. Akhirnya yang ikut cuman adikku dan aku menghabiskan malam tahun baru di rumah. Maklum, belum ada sebulan Papah meninggal dan Mamah masih ada perasaan insecure. Untungnya kalau siang hari Mamah gak insecure. Tanggal 1 Januari 2017 aku dan saudara-saudaraku main water tubing di Candimulyo. Lumayan seger. Habis itu tanggal 4 Januari 2017 aku service motor. Biasa service motor tiap liburan semester. Sebelumnya karena Papah meninggal, aku jadi sering menghadiri acara…

Riwayat Pendidikan Seorang Jangka

Kita di sini bahas pendidikan formal ya. Bukan pendidikan informal atau pendidikan kehidupan atau apapun itu selain pendidikan formal. Kita mulai aja. Sebenarnya gue masuk TK itu tanpa unsur kesengajaan. Gue hanya ikut-ikutan maen sama temen-temen gue. Berhubung gue pinter, jadinya malah langsung dimasukkin ke TKnya. Dan yang minta itu guru-guru TKnya. Katanya sih gitu. Gak tau kenyataannya. Gue masuk TK Masyitoh 1 Sokaraja Kulon waktu masih berumur 3 tahun. Gue udah bisa ngoceh sejak umur 2 tahun. Jadi wajarlah kalau umur 3 tahun udah masuk TK. Gue menjalani kehidupan di TK seperti anak-anak kebanyakan. Gue pernah ngompol di celana. Gue pernah nangis. Gue pernah bikin temen nangis. Gue pernah berlagak preman sama temen sendiri tapi takut sama anak-anak SD. Nggak tau kenapa ketika itu anak-anak SD keliatan besar dan menakutkan. Dan beruntung gue naik kelas. Gue bisa merasakan bangku TK nol besar saat masih berumur 4 tahun. Tapi keburuntungan…

Asal Nama Mas Trubus Jangka Tunggul Mahardika

Mungkin kalian pernah membaca kisah asal usul Salatiga, yaitu kisah tentang bagaimana nama Salatiga itu berawal. Nah, disini Jangka tidak akan menceritakan kisah Salatiga tersebut. Tapi Jangka akan bercerita tentang asal usul nama Jangka sendiri. Sebenarnya Jangka lupa kapan pertama kali Jangka tahu asal usul nama Jangka. Kalau tidak salah dulu di tahun 2000, waktu itu Jangka masih SD dan tinggal di Sokaraja. Jangka waktu itu punya adik baru yang namanya Alain dengan panggilan Alen. Nama Alen merupakan singkatan Adi lan Eni, nama orang tua Jangka. Karena Jangka masih anak kecil, waktu itu Jangka iri. Lalu orang tua pun ngarang. Jangka itu singkatan dari Jelas Anaknya Nur Aeni Gabungan Karo Adi. Maksa banget ya. Berhubung waktu itu Jangka masih bisa dibegoin, Jangka percaya tanpa syarat. Tapi, nama lengkap Jangka kan Mas Trubus Jangka Tunggul Mahardika. Sebenarnya yang lebih dulu penasaran artinya tuh bukan Jangka, melainkan orang lain. Entah Jangka tahu…

Malam Minggu Gila!

Langsung aja! Dimulai dari rumah Rangga. Robi muncul tanpa dosa. Diluar hujan. Kami bertiga kebingungan di dalam ruang tamu rumah Rangga. Karena motor gue lagi dibawa bonyok, gue terancam ditelantarkan. Gue terancam ngangkot dari rumah Rangga ke Artos. Padahal ini malam minggu. Dan kalau malam angkot nggak ada. Bersambung… Sambung kapan-kapan. Tapi kami telah sukses berada di J.co dan sekarang lagi menggunakan wifi gratisnya. Tengkyu.

Navigate