Dari Mana Anggaran Kartu Pra Kerja

Kalo kamu suka nonton debat capres, kamu harusnya tau tentang kartu pra kerja. Menurut sepenangkapanku, kartu pra kerja adalah kartu untuk lulusan SMA/SMK atau lulusan akademi yang mau kerja. Dengan adanya kartu pra kerja, mereka dikasih pelatihan dan penyaluran ke lapangan pekerjaan. Pertanyaanya, darimana anggaran kartu pra kerja?

Anggaran Kartu Pra Kerja

Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menyampaikan asal muasal anggaran untuk kartu Prakerja yang akan diluncurkan Capres no urut 01, Joko Widodo. “Soal anggaran dari kebijakan ini dapat dilakukan dengan dua hal,” ujar Ace dalam pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 7 Maret 2019.

Pertama, ujar Ace, program kartu anyar itu bisa dibiayai melalui skema anggaran negara. Sebabnya, pendidikan keahlian dan vokasi sejatinya sudah banyak dilakukan di berbagai kementerian, misalnya Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Kartu Prakerja itu, menurut Ace, dapat mengintegrasikan dan menyempurnakan program-program yang telah ada. “Soal anggaran, tentu akan kami alokasikan sesuai dengan skala prioritas pemerintahan Jokowi ke depan yang sebelumnya lebih banyak kepada infrastruktur,” kata dia.

Selain melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Ace berujar pemerintah juga bisa menggandeng pihak swasta yang membutuhkan tenaga kerja terampil siap pakai. Dunia usaha dan industri, kata dia, bisa dilibatkan untuk mempersiapkan SDM yang dibutuhkan. Dengan demikian, ia menuturkan program Kartu Prakerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga mendorong perekonomian yang lebih mandiri.

“Kebijakan Kartu Prakerja ini sangat bisa dilakukan kalau kita memiliki political will disertai politik anggaran yang berorientasi pada pengembangan kualitas SDM,” ujar Ace. “Selain bahwa pelibatan dunia swasta dan industri menjadi penting dalam rangka mendorong kemitraan antara Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.”

Di samping itu, Ace melihat kebijakan Kartu Prakerja tidak melulu bicara soal dana semata, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kami berkeyakinan dengan kebijakan Kartu Prakerja ini Presiden menginginkan SDM, baik lulusan baru maupun yang ingin beralih profesi, memiliki kesiapan dalam memasuki dunia kerja maupun dalam membuka usaha dengan pelatihan yang terstruktur dan sistematis dengan adanya kartu Prakerja,” kata dia.

Navigate