Jangka

Menulis puisi sejak SD.

Taman Surga

Oleh: Mas Jangka Bukan hanya setelah fana Taman surga di dunia nyata Bukan sebuah fatamorgana Oase asli di depan mata… Selengkapnya

26 Juni 2020

Janji Sehari

Oleh: Mas Jangka Lima dari lima janji yang kau berikan Semuanya tidak ada yang kau tunaikan Tapi ketika pusing mikirin… Selengkapnya

22 Juni 2020

Membuka Gerhana

Oleh: Mas Jangka Orang-orang berlari ke lapangan Masing-masing membawa kentongan Kentongan dibunyikan Hening dipecahkan Para ilmuwan dan agamawan tertawa Dengan… Selengkapnya

21 Juni 2020

Daun Bahagia

Oleh: Mas Jangka Tua-tua keladi Muda-muda sri rejeki Daun talas yang berumbi Kalian ternyata satu famili Ada lagi si daun… Selengkapnya

12 Juni 2020

Ngantuk

Oleh: Mas Jangka Ngantuk itu tidak baku Bakunya mengantuk Kantuk itu tidak laku Lakunya mematuk Tuk atuk Kakek-kakek Kalo nenek… Selengkapnya

10 Juni 2020

Pusing

Oleh: Mas Jangka Kepala pusing karena pikiran yang bising Seperti ketukan dalam ruang kosong Detak jantung dan napas yang nyaring… Selengkapnya

9 Juni 2020

Hujan Hanya Untuk Orang Kaya

Oleh Mas Jangka Dalam ramainya arus jalan Orang miskin berebut teduh dengan panik Sebagian mulai menggunakan jas hujan Sebagian menunggu… Selengkapnya

8 Juni 2020

Kucing Berkepala Hitam

Oleh: Mas Jangka Dia pencuri Jangan percaya wajah tanpa dosa Aku sendiri tidak menyangka Dia ternyata seekor pencuri Sampah masyakarat… Selengkapnya

7 Juni 2020

Sarapan Rumput

Oleh: Mas Jangka Rumputku tidak hanya lebih hijau Tapi bisa buat sarapan Rumputku tidak dipasangi ranjau Tapi bisa bikin kesurupan… Selengkapnya

6 Juni 2020

Media

Oleh: Mas Jangka Disebar agar membesar Dibongkar dengan cara barbar Berkelakar biar kesasar Berkabar dengan cara bakar Dengan bahan rumput… Selengkapnya

5 Juni 2020

Lebih Banyak di Telegram! >>

KLIK DI SINI